Hobi Ngegas ke Pemerintah tentang Virus Corona, Ini Dokter Tirta sesungguhnya



dr. Trita virus corona
dr Tirta 

Belakangan nama dr. Tirta kian hari kian melambung.  Bagaimana tidak, ia sering banget memberikan edukasi mengenai Virus Corona (sambil ngegas).

Ketika di tanya di salah satu podcast Deddy Corbusier, alasan ia sering ngegas adalah banyak orang itu ketika dinasehati, diberi edukasi malah nggak didengerin. “Kebanyakan malah ngantuk” begitu ujarnya menjawab pertanyaan tersebut.

Nah dibalik dr. Tirta yang suka ngejas, selengean dan rambutnya warna-warni terserbut, siapa sih sebenarnya dr. Tirta.

Berikut adalah informasi yang berhasil admin rangkum. Cekidot.

Siapa Sebenarnya Dokter Tirta?


Pria ini bernama lengkap Trita Mandira Hudhi. Beliau sangat terkenal dengan postingan-postingan yang kritis namun juga edukatif lewat akun twitternya @tirta_hudhi.

Lahir di Surakarta, 30 Juli 1991, dr. Tirta merupakan lulusan dari Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta dan memilih jurusan dokter umum.
Beliau sempat bekerja menjadi tenaga medis di Puskesmas Turi dan RS UGM Yogyakarta.

Dan pada tahun 2013 – 2015 beliau pernah bekerja di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Ditengah virus Corona yang semakin mewabah saat ini, beliau sangat gencar sekali mengkritik masyarakat dan permerintah atau sering dibilang “ngegas”.

Dokter yang punya Bisnis?


Sangat berbeda dengan dokter pada umumnya, dr. Tirta lebih memilih untuk berbisnis.

Ia kini berprofesi sebagai Chief Executive Officer Tukutu Indonesia.

Tak hanya itu, ia juga menjadi owner atau pemilik dari COMMUNION Management.

Dokter muda ini terkenal sangat aktif, dalam segala hal, terutama di bidang bisnis.

Ia merupakan Founder VORSCA yang didirikan sejak 2015 lalu dan kini telah berusia 5 tahun.

Dokter Tirta merupakan Founder & Chief Executive Officer dari Shoes and Care.

Memulai bisnis dari 0


Tidak banyak yang tau kalau dr. Tirta memulai bisnisnya dari 0. Bahkan di awal-awal merintis bisnis cuci sepatu, ia bahkan sempat mencuci sepatu customernya sendiri.

Sebenarnya beliau membangun bisnis cuci sepatu berawal dari kesukaannya dari mengkoleksi sepatu. Saat kuliah ia bahkan menggunakan kamar kosnya untuk menjalankan bisnis cuci sepati miliknya.

Selain memiliki bahasa yang unik dan nyentrik, ia juga memiliki penampilan yang berbeda dari dokter pada umumnya yaitu dengan rambut yang agak panjang serta dengan cat warna warni di rambutnya.

Sekarang ia memutuskan untuk lebih fokus ke bisnis sepatu.

Info dari Kompas.com, beliau telah berhasil membuka 30 gerai cabang usaha Shoes and Care yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Post a Comment

0 Comments